Tentang Kami

Jejakmu

Pada tahun 2002 PBB mendeklarasikan The United Nations Millenium Development Goals on Youth Employment. Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menindaklanjuti deklarasi tersebut dengan membentuk Indonesian Youth Employment Network (IYEN) atau JEJAKMU. Sejak itu 17 Kementerian dan 2 organisasi non Pemerintah telah bergabung untuk mendukung tujuan dan fungsi didirikannya IYEN (JEJAKMU).

  1. Undang-undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
  2. Peraturan Presiden Nomor 65 Tahun 2015 tentang Kementerian Perencanaan Pembangunan
  3. Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2015 tentang Badan Perencanaan Pembangunan
  4. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015 – 2019
  5. Peraturan Presiden Nomor 50 Tahun 2015 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2017
  6. Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

Sebagai upaya dari proses pelaksanaan percepatan pembangunan dalam rangka mencapai pembangunan nasional yang berkualitas, sinergis dan kredibel, beberapa perencanaan strategis dan pemetaan terhadap permasalahan perlu dilakukan. Isu strategis bidang ekonomi menjadi salah satu tantangan pembangunan, dimana kondisi daya saing sumber daya manusia yang masih rendah dan masih cukup tingginya angka pengangguran terbuka khususnya penganggur kaum muda di Indonesia. Inisiatif untuk mengatasi pengangguran usia muda dilakukan dengan menggerakan kembali Youth Employment Network (YEN) yang dibentuk PBB pada tahun 2001 dalam rangka pelaksanaan Tujuan Pembangunan Milenium (Millennium Development Goals-MDGs).

 

Pada tahun 2002, di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, IYEN mengembangkan Indonesia Youth Employment Action Plan (IYEAP) atau Rencana Aksi Nasional (RAN) Lapangan Kerja bagi Kaum Muda Indonesia 2004-2007. Kemudian, pada tahun 2010, dalam rangka menguatkan kelembagaan IYEN dan meningkatkan efektivitas RAN, kepemimpinan dalam mengkoordinasikan tujuan-tujuan IYEN, sebagaimana tercermin pula dalam Surat Menkoekon No. Ref.: S-44/M.EKON/07/2 kepada Secretary General of United Nations H.E. Ban Ki Moon, maka IYEN diserahkan kepada BAPPENAS dan menjadi Jejaring Lapangan Kerja bagi Kaum Muda Indonesia (Jejakmu). IYEN atau Jejakmu melibatkan para pembuat kebijakan dan perwakilan-perwakilan terkemuka dari pemerintah, sektor swasta, masyarakat sipil, serta organisasi-organisasi kepemudaan. Banyak program dalam rangka menciptakan lapangan kerja bagi kaum muda yang dilakukan pemerintah. Setidaknya terdapat 17 Kementerian/Lembaga dan beberapa organisasi (termasuk internasional) yang melaksanakan program-program untuk penganggur usia muda.

 

Pada tahun 2016, Jejakmu telah melakukan beberapa kegiatan koordinasi penguatan kelembagaan Jejakmu dalam rangka memetakan program-program penganggur usia muda yang tercakup dalam lima pilar Jejakmu. Sebagai permulaan, inisiatif koordinasi penguatan kelembagaan Jejakmu diadakan di 9 (sembilan) provinsi yang merupakan daerah percontohan. Pengembangan kelembagaan Jejakmu dilakukan baik di tingkat pusat, tingkat provinsi dan tingkat kabupaten kota. Selain itu, untuk menunjang kegiatan Jejakmu dalam rangka menyebarluaskan informasi kegiatan maupun program-program penganggur usia muda baik oleh pemerintah maupun swasta, Jejakmu bekerja sama dengan PT. Top Karir membangun dan meluncurkan laman www.jejakmu.com sebagai wadah untuk kaum muda mendapatkan informasi lapangan kerja, pelatihan dan pemagangan serta beasiswa pendidikan. Agar dalam melaksanakan kegiatan khususnya terkait koordinasi dengan Kementrian/Lembaga, diperlukan revitalisasi kelembagaan agar dapat memperkuat keberadaan dari Jejakmu.

Tujuan dilaksanakannya koordinasi penguatan dan perluasan Jejakmu adalah meningkatkan sinergi antar berbagai mitra dan pemangku kepentingan Jejakmu yang mempunyai program sesuai dengan lima pilar Jejakmu melalui pelaksanakan panduan Petunjuk Pelaksanaan Kemitraan Jejakmu. Petunjuk Panduan Pelaksanaan Kemitraan Jejakmu diharapkan dapat berfungsi sebagai dukungan untuk perencanaan dan pelaksanaan kelembagaan Jejakmu di daerah. Selain itu koordinasi penguatan dan perluasan Jejakmu juga diharapkan dapat mengembangkan pasar informasi kerja tenaga kerja muda dengan penyatuan (integrasi) data-data yang berhubungan dengan kebijakan tenaga kerja termasuk info kerja, pemagangan, pelatihan keahlian kerja dan kewirausahaan dari berbagai Kementerian dan Lembaga mitra Jejakmu.

 

Adanya kelebihan pasokan pada kelompok berpendidikan tinggi kemungkinan akan terus terjadi jika masalah struktural tidak terselesaikan dan hal ini akan berdampak pada peningkatan pengangguran berpendidikan. Oleh karena itu, dalam rangka penciptaan lapangan kerja yang berkualitas khususnya bagi kaum muda di Indonesia, pemerintah telah menyusun perencanaan terkait ketenagakerjaan kaum muda yang sudah termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

 

Dalam naskah rencana pembangunan lima tahunan tersebut, sasaran dan kebijakan terkait ketenagakerjaan kaum muda antara lain sebagai berikut:

 

  1. Meningkatkan akses terhadap kesempatan kerja bagi angkatan kerja usia muda;
  2. Meningkatkan daya saing tenaga kerja;
  3. Menciptakan iklim ketenagakerjaan yang kondusif bagi investasi dan pengembangan sektor produksi;
  4. Meningkatkan standar hidup bagi pekerja.

5 Pilar Jejaring Lapangan Kerja Bagi Kaum Muda Indonesia (Jejakmu) adalah:

  1. Kebijakan Tenaga Kerja
  2. Keahlian Untuk Dapat Bekerja
  3. Pemagangan
  4. Kewirausahaan
  5. Berbagi Pengetahuan dan Informasi

Koordinasi penguatan dan perluasan kelembagaan Jejakmu memberikan manfaat terhadap pemangku kepentingan terkait, antara lain:

 

  1. Pengambil kebijakan, memanfaatkan kegiatan koordinasi untuk menjaring komunikasi dan berkoordinasi dengan K/L terkait dalam merencanakan dan mengembangkan program-program ketenagakerjaan kaum muda.
  2. Pemerintah daerah memanfaatkan kelembagaan Jejakmu sebagai upaya mengkoordinasikan program-program terkait kaum muda dan dalam upaya penanganan pengangguran kaum muda di daerah.
  3. Tenaga kerja muda dapat memanfaatkan kegiatan koordinasi ini untuk mengumpulkan informasi terkait program peningkatan keterampilan dan pasar kerja.
  4. Pemangku kepentingan (stakeholders) yang memiliki peranan kunci dari program Jejakmu terdiri dari K/L baik di tingkat pusat maupun tingkat daerah, lembaga diklat/pelatihan, dunia usaha (perusahaan maupun himpunan perusahaan atau pengusaha), Lembaga Swadaya Masyarakat/LSM maupun Non-Government Organization/NGO, lembaga teknis, serta lembaga pemberi dana (bank maupun non-bank), sebagai berikut: Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Agama, Kementerian Sosial, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Pariwisata, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Pertanian, Kementerian Komunikasi dan Informasi, Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi, Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi, Kementerian Pemuda dan Olah Raga, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Badan Pusat Statistik, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia, Kamar dagang dan Industri (KADIN), APINDO, Arsip Nasional Republik Indonesia, Indonesia Business Link, Top Karir, PLAN International, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Koalisi Muda Kependudukan serta Pemda.